Rabu, 16 Oktober 2019

Review Jurnal Nuklir Korea Utara dan Dilema Keamanan Asia Timur


REVIEW JURNAL
Judul
LOGIKA DILEMA KEAMANAN ASIA TIMUR DAN RASIONALITAS PENGEMBANGAN SENJATA NUKLIR KOREA UTARA
Jurnal
Intermestic: Journal of International Studies
Volume & Halaman
Vol. 02, Hal. 116-138
Tahun
2018
Penulis
M. Najeri Al Syahrin
Reviewer
FAJAR FIRDAUSI (180110301048)
Tanggal
07 Oktober 2019
Assalamualaikum Wr. Wb.
       Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran dan kesehatan untuk menyelesaikan review Jurnal ini tanpa halangan apapun. Jurnal ini mengkaji  tentang  rasionalitas  pengembangan  senjata  nuklir  oleh  Korea Utara dikaitkan dengan dilema   keamanan   di  Asia   Timur. Penulis Jurnal ini bekerja di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, tepatnya dibidang Hubungan Internasional dan Urusan Politik. Metodologi yang digunakan Penulis adalah Metode Studi Literatur. Studi literatur adalah cara yang dipakai untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topik yang diangkat dalam suatu penelitian. Studi literatur bisa didapat dari berbagai sumber, jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka.
ABSTRAK
       Saya disini mencoba menulis secara singkat, padat, dan jelas yang ada pada Jurnal ini seperti informasi apa saja yang ada pada Jurnal ini. Jurnal ini membahas tentang dua Negara super power, yakni Korea Utara dan Amerika Serikat dalam hubungannya yang dibawah ketidakpastian. Akhir-akhir ini  terdapat peningkatan tensi keamanan yang telah menciptakan kondisi  kritis  serta  menunjukkan  kemungkinan  terjadinya  perang  di  Asia Timur  akibat  dari  pengembangan   senjata  nuklir  Korea  Utara. Di sisi lain, Korea Utara dalam kesempatan  yang  berbeda meyakinkan  bahwa Korea Utara mengembangkan nuklir hanya  untuk menginginkan  jaminan  keamanan  dari  adanya  kemungkinan  serangan  yang dilakukan  oleh  Amerika  Serikat  dan  negara  aliansinya  di  Asia  Timur, yaitu  Jepang  dan Korea Selatan. Memang pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara tidak secara langsung mengganggu stabilitas keamanan Amerika dan aliansinya (Jepang dan Korea Selatan) terutama di Semenanjung Korea. Namun akan menganggu keadaan lingkungan di sekitar proyek pengembangan nuklir tersebut, hal inilah yang kemudian ditentang oleh Amerika Serikat.
PENDAHULUAN
       Ketakutan akan perang nuklir kedua negara pada awal 1980-an , adalah keadaan yang dikenal istilah Hobbesian Fear yaitu kondisi negara adikuasa hanya bersikap defensif terhadap provokasi negara lain tetapi tindakan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran dari negara lain. Rasa khawatir dan ketidakpercayaan terhadap pihak lain dikarenakan terdapat perbedaan intepretasi motif dan ancaman. Pada  prinsipnya, hal ini terlihat seperti kondisi keamanan   yang kompatibel. Artinya, antarnegara baik Amerika Serikat dan negara aliansinya (Jepang  dan  Korea  Selatan) tidak  pernah secara langsung akan  mengancam keamanan Korea Utara, mereka hanya menginginkan agar Korea Utara berhenti untuk mengembangkan program senjata nuklir yang dinilai sangat mengancam  stabilitas keamanan  kawasan. semakin  kuat pertahanan  dan sistem  persenjataan  negara-negara Asia Timur, maka Korea Utara merasa semakin terancam sehingga berupaya mengembangkan kebijakan nuklir  untuk meningkatkan  pertahanan  dan keamanan  serta  mengimbangi  keunggulan  militer  Negara-negara  lain  di Asia  Timur.


PEMBAHASAN
     Banyak pihak beranggapan bahwa hampir semua Negara di wilayah Asia Timur semakin memperkuat pertahanan dan sistem persenjataan di Negara masing-masing. Hal inilah yang membuat Korea Utara merasa semakin terancam sehingga berupaya mengembangkan kebijakan nuklir untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan serta mengimbangi keunggulan  militer  negara-negara lain di Asia Timur. Ketakutan akan perang nuklir antara kedua Negara berkuasa  hanya  bersikap  defensif  terhadap provokasi negara lain tetapi tindakan  tersebut  justru itu menimbulkan  kekhawatiran   bagi  negara  lain.Selain kekhawatiran dan rasa takut  akan ancaman serangan dari Negara lain dan kompleksitas keamanan kawasan yang ditandai rivalitas politik dan ekonomi antara Amerika Serikat dan Cina, dilema keamanan di Semenanjung Korea  juga disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, polaritas kekuatan kawasan dan kedua konstruksi sosial amity dan enmity. Pada Mei 2018, Donald Trump merencanakan pertemuan dengan Kim Jong-un untuk melakukan pembahasan nuklir, pertemuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan komitmen untuk melakukan denuklirisasi dan menangguhkan uji coba nuklir dan rudal Korea Utara.
Upaya mempertahankan keamanan dan kedaulatan menjadi prioritas utama bagi Korea Utara. Ideologi kemandirian juche yang dicetuskan oleh pemimpin Korea Utara telah menjadi pedoman ideologi kebijakan keamanan dan politik luar negeri.
Situasi lingkungan internasional yang berubah sejak akhir tahun 1990-an menjadi kondisi lain yang mengkhawatirkan bagi keamanan Korea Utara. Runtuhnya komunisme dan  normalisasi hubungan antara bekas sekutu Korea Utara telah mengancam eksistensi rezim  Korea Utara. Pada masa itu, Korea Utara, kemudian, mulai  memusatkan  perhatian pada pengembangan senjata nuklir Korea Utara bisa memiliki  keuntungan  untuk bertahan  dari  serangan  musuh. Korea Utara mencoba meningkatkan keamanan dengan cara membuat sistem pertahanan berbasis nuklir, dilihat dari sisi historis, nuklit sangat terbilang ampuh ketika untuk menghancurkan pertahan lawan. Sebagai contoh Kemampuan destruktif nuklir yang mampu meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki serta menghentikan Perang Dunia Kedua.Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan menilai bahwa Korea Utara menjadi ancaman yang paling mengkhawatirkan bagi keamanan kawasan. Di sisi lain, Korea Utara berdalih bahwa peningkatan anggaran militer dan jalinan aliansi trilateral Amerika Serikat menjadi permasalahan timbulnya dilema keamana di kawasan.
Pada akhirnya, kebijakan nuklir Korea Utara menimbulkan aksi-reaksi dan memicu pem-bangunan militer  sebagai upaya perimbangan kekuatan (balance of power) di kawasan Asia  Timur. Upaya suatu negara untuk meningkatkan militernya secara tidak langsung akan me-lemahkan kekuatan militer negara lain dan memicu negara-negara lain untuk ikut serta  mengembangkan  kekuatan  militer.

KESIMPULAN
       Bahwa stabilitas keamanan di Semenanjung Korea harus dijaga betul-betul demi tercapainya misi perdamaian dunia yang dicanangkan oleh PBB. Keamanan di Semenanjung Korea adalah milik dari 6 negara yakni Cina, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Korea Utara, dan Korea Selatan. Korea Utara, Korea Selatan, Jepang melakukan peningkatan kekuatan militer yang didukung pula oleh pola hubungan persahabatan (amity) dan per-musuhan (enmity) antar Amerika Serikat dan Cina, serta bayang-bayang pengaruh Perang  Dingin dari Uni Soviet. Perlu Tokoh-tokoh penting dari Negara yang terlibat untuk mencoba berdamai demi keamanan dunia, Namun, Pada akhirnya, siklus dilema keamanan akan terus terjadi dan tidak berhenti di kawasan Asia Timur. Dilema keamanan tersebut akan men-ciptakan dinamika perlombaan senjata yang sangat mengkhawatirkan bagi stabilitas  keamanan Asia Timur. 
Terima kasih telah membaca Review Jurnal yang saya tulis ini. Untuk saran dan komentar silahkan bisa mengisi kolom dibawah. Mungkin itu saja yang dapat saya paparkan, sekian Review Jurnal ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kelebihan : Dalam jurnal ini, menjelaskan peran penting dari menjaga sebuah hubungan diplomatik dengan negara-negara di kawasan Asia Timur. Untuk pembanding dari Jurnal ini kalian bisa melihat Artikel dengan Judul "Isu Keamanan di Semenanjung Korea dan Upaya Damai Parlemen". Selain itu juga peristiwa semacam ini juga terjadi pada Iran yang juga mengembangkan senjata nuklir, namun AS tidak berani menyatakan secara terang-terangan kepada Iran terkait denuklirisasi. Menangani Korut bagi AS jauh lebih mudah dari menangani Iran. Sebab isu Korut jelas soal denuklirisasi, sementara Iran bisa merembet ke isu moral dan agama jika AS tidak hati-hati. Selain itu AS beranggapan bahwa isu nuklir Korut jauh lebih krusial dibandingkan nuklir Iran. Sebab, Iran sebenarnya hanya memiliki teknologi rudal tapi belum memiliki sistem persenjataan nuklir. Sementara itu, Korut memiliki senjata nuklir dan sistem persenjataannya. Isu nuklir Korut, juga sudah lama mengancam serta mempengaruhi sekutu-sekutu AS di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Taiwan. Meski krusial, AS menganggap isu nuklir Korut lebih mudah ditangani, karena AS mendapat dukungan penuh dari tiga sekutunya itu bahkan dunia internasional soal denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Kekurangan: Pada jurnal ini tidak disebutkan secara spesifik bagaimana solusi menjaga keamanan di Semenanjung Korea, sehingga siklus dilema keamanan akan terus terjadi. Pada jurnal ini juga tidak dicantumkan secara detail tanggal per tanggal dari kejadian penting antara hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat beserta aliansinya, untuk mengetahui detail tanggalnya kita bisa melihat laman SindoNews dengan judul "Timeline Kim jong-un dan Trump seteru nuklir hingga akur".

19 komentar:

  1. Dengan adanya nuklir yang dimiliki Korea Utara apakah membuat Korea Utara saat ini menjadi negara yang memiliki kekuatan militer terbesar di dunia?

    BalasHapus
  2. Belum bisa dikatakan sebagai negara yang memiliki kekuatan militer yang unggul, Korea Utara sendiri ekonominya masih belum stabil, kekuatan militer itu juga perlu biaya yang sengat besar. Sebenarnya bukan hanya Korea Utara saja yang memiliki nuklir, AS dan China pun juga memiliki nuklir tetapi mereka memilih nuklir bukan sebagai penggeretak seperti Korut. Mungkin anda bisa lihat jurnal internasional tentang security studies about nuklir. Terimakasih

    BalasHapus
  3. Darimana Korea Utara mendapatkan dana untuk mengembangkan nuklir, padahal Korea Utara sangat tertutup terhadap dunia luar dan seakan-akan tidak memiliki kerjasama dagang dengan negara lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Korea Utara mendapatkan dana dari berbagai sektor, yaitu :
      1. Hubungan dagang dengan negara lain khususnya Cina
      2. Buruh Luar Negeri
      Meskipun Korea Utara terlihat sangat tertutup terhadap dunia luar tetapi korut juga memiliki hubungan bilateral yang begitu banyak dengan luar negeri. Kurang lebih 160 negara dan mempertahankan 55 kedutaan dan konsulat di 48 negara.

      Hapus
    2. Kenapa Korea Utara Masih mendapatkan dana dari berbagai sektor Khususnya china dan Buruh luar Negeri. Bukannya di atas di jelaskana bahwa program senjata nuklir yang dinilai sangat mengancam stabilitas keamanan kawasan dan menganggu keadaan lingkungan di sekitar proyek pengembangan nuklir tersebut,

      Hapus
  4. Apa hanya Korea Utara saja yang mengeluarkan kebijakan pengembangan nuklir karena merasa negaranya sedang terancam?apa negara-negara lain di Asia Timur tidak memiliki senjata tersendiri apabila sewaktu-waktu hal yang tak diinginkan dapat terjadi?

    BalasHapus
  5. Jika suatu negara, misalnya Korea Utara, sedang membuat bom nuklir, apakah masyarakat internasional dibenarkan untuk melakukan campur tangan militer untuk mencegahnya, mengingat dampak yang ditimbulkan dari bom nuklir itu sangat mengerikan?

    BalasHapus
  6. Mungkin dapat dijelaskan bagaiman Korea Utara dapat mempertahankan keamanan dan kedaulatan negaranya? Terima kasih

    BalasHapus
  7. Bagaimana ciri yang dapat ditonjolkan dalam pembuatan nuklir yang dibuat korea utara terhadap pembuatan nuklir negara lain seperti nuklir dari rusia, amerika dan lainya. ( Kualitas nuklir korea utara) .

    BalasHapus
  8. Akibat adanya pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara, bagaimana kehidupan penduduknya? Apakah mereka merasa aman atau justru mencekam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara sektor pertahanan masyarakat korut bisa dikatakan aman. Namun sektor sosial berakibat menipisnya lahan karena lahannya digunakan sebagai proyek nuklir sehingga lahan yang digunakan untuk bertani berkurang drastis, sehingga menimbulkan krisis pangan.

      Hapus
  9. Mengapa Korea Utara dalam menjamin keamanan di negaranya menggunakan nuklir sebagai ancamanya? Apakah efektif kebijakan ini?

    BalasHapus
  10. Di katakan Korea Utara memprioritaskan / mengutamakan keamanan negaranya. Yang saya tanyakan apakah Korea Utara sudah atau pernah di ancam oleh negara lain, sehingga Korea Utara kukuh dengan membuat nuklir sebagai senjata utamanya ?

    BalasHapus
  11. Bagaimana upaya yang dilakukan Korea Utara dalam mengembangkan nuklirnya sedangkan Korea Utara sendiri tertutup dari negara lain yang dapat membantunya dalam pengembangan nuklir

    BalasHapus
  12. Dari penjabaran jurnal tersebut, sebab akibat apa yang mendukung terciptanya program nuklir Korea Utara?

    BalasHapus
  13. Korea utara sudah sejak lama menjadi ancaman bagi negara lain karena senjata nuklirnya. Bagi korut senjata nuklir ini untuk keamanan wilayahnya.tetapi negara-negara tetangga merasa terancam karena nuklir ini sangat bahaya

    BalasHapus
  14. Apakah hanya pengembangan program senjata nuklir saja yang dinilai dapat mengancam kestabilitas kawasan?

    BalasHapus
  15. Bagaimana cara korea utara mempertahankan keamanannya?

    BalasHapus
  16. amerika dan korut sama sama mempunyai senjata nuklir, apakah damapak senjata nuklir yg berbahaya berbahaya ini bagi dunia?bahakan senjata nulir sebagai penekan negara lain

    BalasHapus